Mendhem Ari-ari, melestarikan budaya Jawa

Melestarikan tradisi leluhur adalah bagian dari pendewasaan aku-hubby setelah bertahun-tahun menjadi orang tua. Kami mulai mengerti bahwa menjadi orang tua haruslah menjaga keseimbangan alam, lingkungan, anak-anak, serta tak lupa untuk menjaga budaya leluhur.

Upacara Mendhem Ari-ari adalah hal yang tidak asing bagi saya, meskipun tidak mengikuti ritualnya. maklumlah, saat Rizqu, tiga tahun y.l. lahir, upacara ini dilakukan oleh Mamah Mertua dan hubby.
dan untuk anak ke-dua ini, saya ingin turut serta terlibat di dalamnya, atleast menyiapkan segala keperluan (bahan) yang akan dikubur bersama ari-ari. Bahan-bahan tersebut adalah:
1. Kain perca dengan berbagai macam warna (minimal 7 warna)
2. pensil
3. kertas
4. sisir
5. koin 1000 rupiah
6. temu ireng
7. kunir
8. dlingo bengle
9. bawang merah
10. bawang putih
11. benang
12. jarum
13. gula merah yang banyak
14. yang lainnya, biarkan Mamah Mertua yang menambahkan :)

Untungnya saya pny kain putih polos yang dibeli sejak 5 tahun yang lalu. memang sengaja beli waktu itu...pasti ada gunanya. dan memang ada gunanya...bisa dipake u/ lahiran Rizqu, Dita, dan saringan air kran. Kini bisa dipake untuk anak ke-dua-ku :)

Lusa saya akan ke pasar Bogor untuk membeli kendhil dan bahan-bahan yang tidak dimiliki...maklumlah, lahiran akan dilaksanakan tanggal 7 Maret 2013. 

Doakan aku agar lahiran sesarnya lancar yaaa.....:D


Comments

Popular Posts